Kamis, 29 Oktober 2009

JANGAN MENYERAH KARENA MR. GAGAL

Ada yang pengen bisnis on line jadi publisher gitu....pengen meraup dollar dalam waktu singkat....sabar mas mbak mesti ada trik nya. Pengalaman saya sebagai new comer di blogger gratisan ini ternyata bisa bermanfaat untuk saya dan semoga bisa bermanfaat untuk temen temen yang juga pengen terjun di bisnis on line.

Biasanya orang kan banyak melirik Google Adsense, krn diyakini banyak orang sukses setelah join ama google. Emang sih gak salah juga, google gitu loch sapa sih yang gak percaya ama Bill Gates.....semua juga pengen setajir bill gates kan? (Maoooooo!!!)

3 hari yang lalu saya kan bkin blog ini, ini pun tertarik karena saya di tunjuk sebagai pengelola website di kantor, setelah beberapa bulan nguprekin website, jadi penasaran juga, dunia maya ini ternyata lebih hot dari dunia ayam....halah! Tapi bener lho, saya bkin blog ini juga ada niat pengen nyari duit, abis ngiri ama misua yang suka bgt ama bangsa referral, adsense, afiliasi dan sebagainya. Pernah lho aku dikirimi Surat PIN ama google buat ngambil duit gara gara misuaku suka banget ama bisnis nongkrong ini....ehhhh.....sebelum di ambil duitnya, account misua aku di reject ama google karena perkembangannya terll cpt n bisa dideteksi klo iklannya di klik oleh kerabat dan DNS Server yang sama, kaleeee......

1 hari yang lalu alias kemarin, saya juga iseng (iseng tapi mupeng, sok ambisi neh), aku daftarin account ke google adsense, biar google mau majangin iklannya di my blog. Eh, hari ini dpt jawaban bhw request ku di tolak, mau tau alasan google menolak? maree kita terjemahkan alasan google nolak "orang cantik" ini:

-Website anda harus milik anda sendiri contoh: (www.example.com) bukan (www.example.com/mysite) maksudnya memakai domain yang berbayar, bukan yang domainnya ditambahkan blogspot/wordpress kali, ya?
- Domain anda harus terdaftar dan telah aktif selama 6 bulan.
- Anda harus memberikan informasi diri anda yang akurat dengan aplikasi yang sesuai informasi pada waktu pendaftaran domain.
- Isi website anda harus substansial, asli. Mungkin maksudnya bukan hasil menjiplak isi website orang lain.
- Website anda harus merujuk sesuai dengan kebijakan yang disyaratkan oleh Google adsense, (https://www.google.com/adsense/policies?hl=en_US) yang meliputi panduan qualitas webmaster Google
Apabila nanti situs anda telah memenuhi kriteria yang tersebut di atas, silakan mendaftarkan lagi dan kami akan memeriksa aplikasi anda secepatnya.

---------------------
Untuk mengetahui persyaratan AdSense yang selengkapnya, silakan mengunjungi:

https://www.google.com/adsense/policies?hl=en_US
https://www.google.com/adsense/localized-terms?rc=ID&ce=1&hl=en_US

Untuk mengupdate dan mendaftarkan kembali situs anda, silakan kunjungi
https://www.google.com/adsense?hl=en_US dan mendaftarlah menggunakan alamat email dan password yang dulu anda gunakan. Spesialis kami akan memeriksa akun anda apakah sesuai dengan kebijakan program kami, jadi pastikan bahwa anda telah memenuhi kriteria yang kami sebutkan di atas sebelum mendaftarkan diri kembali.
Silakan hubungi kami di adsense-support@google.com apabila anda mempunyai pertanyaan.


DARI JAWABAN ITU SAYA AMBIL KESIMPULAN DASAR, YAKNI :
BLOG/ WEB KITA GAK BOLEH YANG GRATISAN OR NUMPANG, BELI DOMAIN SENDIRI NAPA...MURAH KAN BIAYA HOSTING PALING GAK SAMPE DUARATUS RIBU SETAHUN....HAREE GENEE PENGEN GRATIS HAHAAAA.................
BLOG/WEB KITA USIANYA UDAH CUKUP....IBARAT KALO BAYI UDAH BELAJAR MERANGKAK KALI YA....
TERUS, BLOG/WEB KITA INI ISI DAN TUJUANNYA SPESIFIK, UNIK....DAN GOOGLE AKAN MENYEPADANKAN ANTARA KEUNIKAN BLOG/WEB KITA DENGAN IKLAN YANG AKAN DI PASANG.....BETUL TIDAK???

NAH SEMOGA PENGALAMAN SAYA INI BERMANFAATTTT......T.E.R.L.A.L.U.!!!!!!

Gosok Gigi Yok, Kids............

Teman teman mungkin pernah merasakan sakit gigi? Ada yang belum? Bagi yang belum, bersyukurlah dan jagalah agar jangan sampai ikut merasakan sakit gigi. Ada lagu “Lebih baik sakit gigi…dari pada Sakit Hati..” gak bener tuh, yang bener sih 22nya sakittttt buangetttt.. maka terus kita pasti berpikir bagaimana agar anak anak kita gak mengalami sakit gigi seperti kita kan? Tapi bisa kah? Mudahkan?
Yok kita berbagi pengalaman soal gigi meng-gigi ini….
Pengalamanku beberapa waktu ini, anak ku yang nomor 2 kelas 2 SD usianya hamper 7,5 tahun…..secara gak sengaja aku melihat gigi depannya kok berwarna kuning, Ya ampun….berapa lama aku gak melihat ini? Ada rasa bersalah juga secara aku kurang perhatian ke anak. Kemane aje gue…..
Aku juga heran, kenapa juga gigi anakku bisa kuning, kebetulan dia ini giginya bagus putih dari bayi, gak seperti kakaknya yang “gupis” karena nge-dot (minum susu) pake botol sambil tidur. Dan setiap mandi, aku selalu percaya ia menggosok gigi karena sudah dari kecil ditanamkan bahwa gosok gigi itu wajib hukumnya. Whats up with him?
Usut punya usut,ternyata dia sering alpha gosok gigi kalau terlambat bangun pagi, saking takut terlambat ke sekolah, dia sering menggosok giginya “sambil lalu”, odol banyak tapi Cuma nempel di gigi dan kumur kumur, selesai deh tugas menggosok gigi, bagi dia yang penting dilaksanakan, demi formalitas…daripada di marahi mamanya. Begitu juga klo mau tidur, saking udah ngantuk kali, dia juga gosok gigi ala “sambil lalu”.
Dan pada waktu aku sedikit marah mengkomentari gigi anakku yang kuning, apa jawab anakku
“Mama sih Cuma bisa nyuruh doang, Mama sendiri gak pernah gosok gigi kalau mau tidur.”
Mak Nyozzzz! Hatiku rasanya tercabik cabik…..yah benar juga, setiap malam aku hanya berteriak teriak minta agar mereka tidak lupa menggosok gigi sebelum ngantuk berat. Aku sendiri masih sibuk dengan urusan lain setiap mereka melaksanakan tugas rutin itu, sehingga mereka tidak pernah melihatku menggosok gigi. Ya, sudah berapa abad aku gak menemani mereka menggosok gigi? Aku terlalu sibuk dengan Facebook, terlalu sibuk dengan hal hal yang kurang bermanfaat buat aku dan keluarga….
Kemudian sebelum semuanya terlambat, aku bilang ke anakku.
“Yok Gosok gigi bareng Mama Yokkkk…..Mama mau gosok gigi yang lamaaaa, mama juga mau liat siapa yang paling lama gosok gigi dan paling bersih berarti jadi pemenangnya…”
Tanpa dikomando lebih jauh dan tanpa harus berteriak teriak, spontan anak anak ku menuju area gosok gigi….karena gak ada westafel, gogok giginya di ruang “mesin cuci”…yang penting ada pancuran air……
“asyiiiikkkkkkkkkkkkk…..yok lama lamaan gosok gigi…”
Akhirnya tanpa keterpaksaan, anak anakku “srok osrok gosok gigi” sambil riang gembira, sesekali aku mengajari tekniknya supaya kotoran di gigi benar benar hilang….dan ya ampun, kuning kuning akibat sisa makanan yang agak menebal itu….pyokkkk…..rontok dan menjijikkan saudara saudara!!!! (dasar emaknya males yah!!!)
Tapi dari pengalaman ini, aku jadi semakin yakin bahwa anak anak itu gak perlu di paksa atau di suruh….bener juga kata orang, berilah contoh yang baik….terus lakukanlah segala pekerjaan dengan suasana yang menyenangkan………….betul tidak???? Pasti betullllllllllll
Nah sekarang untuk nambah nambah pengetahuan soal gigi, ini juga ngambil dari ahli lho……:
1. Jangan lupa gosok gigi setelah makan dan sebelum tidur.

2. Bagi anak anak, upayakan diberikan susu tidak menggunakan botol dot, kalau terpaksa dengan botol dot, jangan sampai anak kita sampai ketiduran sambil minum susu (ngedot), katanya sih…. Gula yang terdapat pada susu yang menempel terus di gigi bayi/ anak selama berjam-jam dapat merusak enamel gigi. Awalnya dapat terjadi perubahan warna pada gigi depan. Lama kelamaan bila dibiarkan dapat timbul lubang gigi.

3. Jangan gunakan pasta gigi dewasa untuk anak anak dan bayi (dibawah usia 7 thn). Fluoride yang tertelan katanya gak bagus untuk kesehatan anak. Kadar fluoride di pasta gigi anak rendah, makanya biar aman pake pasta gigi anak untuk anak kita, dan jangan sampai tertelan banyak ya, sedikit sih boleh kali…..namanya juga anak anak…….

4. Jangan lupa kunjungi dokter gigi setiap 6 bulan sejak anak usia 1 tahun. Biar anak gak phobia ke dokter gigi.

5. Nah yang terakhir, jangan Cuma teriak teriak kayak saya ya Bu….tapi langsung “turun ke lapangan”….heheeee…………………..Semoga bermanfaat. Amiiiiin.

Rabu, 28 Oktober 2009

DON'T PUSH OUR KIDS PLEASE.........

Kita selaku orang tua yang masih mempunyai anak anak usia sekolah seringkali berkeyakinan bahwa tugas anak adalah belajar dan orang tua adalah mencari nafkah. Belajar disini maksudnya berkaitan dengan tugas tugas anak kita sebagai murid sekolah. Dan kategori belajar bagi kebanyakan orang tua si anak mengerjakan PR. Padahal belajar yang sesungguhnya adalah gak sesederhana itu.
Pengalaman saya sebagai ibu, yang sekaligus ikut mencari nafkah keluarga, kadang masih menyempatkan diri untuk melihat dan menemani anak anak mengerjakan PR. Ketidaksabaran menghadapi anak anak, mengakibatkan saya sering lepas control, saya emosi….setelah itu, Duh Gusti…..saya menyesal telah berlaku kasar ke anak.
Saya dan mungkin kebanyakan orang tua lainnya, selalu menginginkan nilai di ulangan dan raport anak anak tidak mengecewakan, seolah disitulah ukuran kesuksesan anak sebagai pelajar, dan tentunya ada kebanggaan telah “SUKSES” menjadi orang tua pencetak anak anak brilian.
Kalau kita pahami lagi, belajar itu tidaklah melulu hanya mengerjakan PR. Dan raport itu bukan lambang kesuksesan belajar. Saya baru menyadari ini semua tadi malam, setelah saya melihat anak saya menitikkan air mata karena perlakuan saya dan suami yang gemas dan kasar karena tidak sabar mengajari matematika pada anak saya yang pertama.
Ya Allah, betapa saya menyesal atas semua ini. Saya mungkin salah menilai terhadap anak saya, dia bukan tidak bisa matematika, tapi dia tertekan oleh kedua orang tuanya yang “menakutkan.”
Betapa anak saya setiap hari selalu bertanya mengenai hal baru yang tidak dia ketahui. Itu kan termasuk Proses Belajar? Jadi Belajar itu merupakan Proses kan?
Kemarin dia bertanya ,”Ma, apa perbedaan Kuman dan Virus?” saya terperangah tapi tentu tidak bisa saya menjawabnya, kemudian saya mencari di internet, saya mencari di blog blog yang pemiliknya ahli kesehatan. Mudah mudah apa yang saya sampaikan ini bisa membuat anak saya bahagia.

Learning [is] that reflective activity which enables the learner to draw upon previous experience to understand and evaluate the present, so as to shape future action and formulate new knowledge (Abbott dalam Watkins dkk, 2000)

Dari pengertian di atas mungkin dapat kita ambil sari dari belajar itu sendiri, ialah Kegiatan yang memanfaatkan pengalaman sebelumnya untuk bisa memahami dan mengevaluasi pengalaman baru sehingga dapat membentuk dan merumuskan kegiatan baru di masa yang akan datang.
Bayangkan….belajar itu berarati sejak bayi masih di dalam perut ibunya, belajar itu dengan segala kegiatan sehari hari, dengan komunikasi antar anak dengan orang tuanya dan orang orang di sekelilingnya, dengan bermain…..belajar di sekolah adalah sebagian kecil dari proses belajar. Saya mengatakan demikian tidak berarti saya mengecilkan arti pendidikan formal bagi anak, tidak sama sekali. Saya hanya ingin mengingatkan, minimal untuk diri saya sendiri, tidak baik bagi kita menekan anak untuk mengerjakan PR dan menguasai pelajaran sesuai dengan yang kita harapkan, apalagi kalau sampai hilang kendali seperti saya dan suami saya lakukan. Apa yang kita harapkan tentunya sepadan dengan logika kita sebagai orang dewasa, tapi hal yang sering kita lupakan anak kita usianya masih dini, tentu dengan akal dan logika yang jauh berbeda dengan diri kita, meskipun pada beberapa anak istimewa bisa setara dengan logika orang dewasa.
Mari Ibu ibu…..mulai sekarang, kita hilangkan kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan tekanan batin bagi anak, yang justru akan menghilangkan semangat belajarnya. Kita sebagai orang tua mungkin lebih baik merangsang anak untuk dengan inisiatif membaca bukunya, dan kalau itu pelajaran matematika, bagaimana kita bisa membuat cara belajar yang enak buat anak, sambil bermain tebak tebakan misalnya. Mareeeee….

YOK CINTAI DIRI KITA SENDIRI MAREEEE

Adakalanya kita khawatir terhadap bentuk tubuh yang kita miliki, padahal dalam keseharian kita tampak ceria di mata teman dan kerabat.
Hal hal yang sering kita teramat khawatirkan misal, perut menonjol, dada membesar, paha berlipat lipat, dan yang paling sering kita jumpai adalah kerut kerut yang mulai tampak di sekitar wajah…..Hoho…banyak wanita takut menjadi dan akan menjadi tua.
Sering tanpa kita sadari, kita jadi lebih sering bercermin (andai cermin bisa ngomong…pasti dia teriak “udah cantik buu…ngaca mulu sih…”
Andai kita menyadari bahwa kita tidak seseram yang ada di benak kita.
Semua itu merupakan hal yang umum dialami wanita. Proses kehidupan, dimana wanita beranjak dewasa, menikah, dan memiliki keturunan tentunya membawa pengaruh tersendiri. Boleh jadi ada percampuran perasaan antara love and hate ketika seiring dengan berjalannya kehidupan, terjadi pula perubahan-perubahan pada tubuh mereka. Di satu sisi, timbul perasaan bahagia karena memiliki pasangan idaman dan anak yang lucu. Namun di sisi lain, ada perasaan marah atau kecewa ketika tubuh berubah melar, payudara turun, atau perut membuncit. Dampak dari perasaan negatif ini sangat mungkin berujung pada degradasi (penurunan) nilai terhadap citra diri wanita.
Citra terhadap tubuh yang melibatkan perasaan-perasaan terhadap tubuh, dan pikiran-pikiran tentang tubuh dikenal dengan istilah body image. Dengan kata lain, body image adalah seperti apa wanita melihat keadaan tubuhnya, serta bagaimana perasaan wanita terhadap keadaan tubuhnya tersebut. Banyak wanita terobsesi menilai body image-nya, mungkin karena terprovokasi kesan ideal body image yang dibentuk media massa yaitu wanita cantik yang langsing, berkulit putih, dan berambut lurus panjang. Segala metode dan produk dicoba untuk mewujudkan citra wanita yang ideal.
Perkembangan media tidak bisa disalahkan 100% sebagai penyebab munculnya citra ideal tertentu, dan jelas hal ini perlu disikapi secara bijak. Para wanita harus menyadari bahwa abad 21 adalah masa pembentukkan image sehingga besar kemungkinan yang mereka lihat di media adalah sesuatu yang semu atau ilusi. Sebuah kenyataan bahwa untuk tampil sempurna sebagai model sampul sebuah majalah dibutuhkan hampir satu lusin tim penata rias, penata rambut, penata busana, penata cahaya, dan penata gaya. Intinya, kecantikan sempurna yang ada di media merupakan suatu rekaan yang sangat sulit untuk diusahakan di kehidupan nyata sehari-hari. Sayangnya hal ini seringkali luput dari perhatian banyak wanita.
Pada kondisi yang ekstrim, seseorang dengan body image negatif akan mengalami distorsi dalam menilai realitas. Informasi yang ada di pikirannya tentang tubuhnya akan jauh lebih buruk daripada kenyataan. Dampak psikologisnya adalah perasaan tidak puas yang mendalam sehingga berujung pada ketidakbahagiaan. Kemudian timbul perasaan selalu serba salah menempatkan diri di antara orang lain. Kondisi ini jelas melelahkan karena wanita menjadi tidak bisa menikmati hidupnya, dan juga terhambat dalam memberikan kontribusi produktif bagi diri dan lingkungan.
Kondisi tersebut kurang lebih yang dialami oleh diri kita sendiri, kita merasa tubuhnya sama sekali tidak menarik. Kita hanya mempercayai apa yang kita rasakan dan kita lihat, tanpa mau menerima penilaian orang lain terhadap keadaan tubuh kita. Padahal orang lain justru menilai keadaan tubuh kita secara positif.
Masih untunglah kalau kita tidak/ belum melakukan upaya-upaya yang luar biasa berlebihan untuk menjaga penampilan tubuh. Namun tentu kita membutuhkan bantuan untuk bisa melihat diri secara lebih positif dan menghargai karunia yang telah dimiliki yang diberikan Allah kepada kita.
Kita yang sering mempunyai body image negatif perlu segera membuangnya jauh jauh agar penilaian terhadap citra diri yang positif mempengaruhi produktivitas kita sehari-hari sebagai wanita, istri, ibu yang super sibuk “Wonder Women” bo!
Membangun body image yang positif - itulah langkah yang perlu dilakukan oleh kita agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh. Kesadaran terhadap sisi positif yang kita miliki akan membuat diri kita lebih nyaman dalam menjalani kehidupan.

Sejumlah tips dari pakar pakar mungkin boelh di coba neh:
Bersahabatlah dengan cermin (biarin aja cerminnya ampe bosen bahkan ampe pecah, kita beli lagi OK). Lihatlah diri Anda di cermin, renungkanlah kalimat pertama yang spontan muncul di benak Anda. Jika kalimat pertama yang spontan muncul memiliki muatan negatif, pejamkan mata Anda sambil menarik nafas yang dalam lalu tataplah cermin sekali lagi sambil mensyukuri bagian tubuh yang Anda senangi. Misalnya senyum Anda yang ramah, pipi Anda yang ranum, atau tubuh Anda yang mungil. Syukurilah karunia-Nya untuk meningkatkan perasaan berharga.
Bersahabat dengan orang lain selain dengan TV dan majalah kecantikan atau tabloid. Bersahabat dengan orang lain yang bisa memberikan banyak masukan soal kehidupan dan bisa memberikan banyak pengetahuan baru. Jika sudah ketergantungan menonton TV dan membaca majalah kecantikan, maka informasi yang didapat harus disaring terlebih dahulu. Hanya perhatikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan kita. Tetap coba sesekali menjauhkan diri dari TV dan Majalah, Anda dapat mengisi kegiatan tersebut dengan hobi atau minat Anda yang lain.
Perlakukan tubuh Anda dengan baik. Ketika tubuh Anda ternyata bukan tubuh yang ideal, bukan berarti tubuh Anda salah sama sekali. Cintailah tubuh Anda, dan perlakukan tubuh sesuai dengan kebutuhan. Penggunaan produk pemutih yang mengikis kulit tentu tidak bijak, jika dibandingkan dengan resiko iritasi yang mengintai. Diperlukan kesembangan dalam membentuk tubuh yang sehat: pemanfaatan waktu proporsional antara bekerja, berolahraga, dan bersantai.
Cintailah diri Anda seutuhnya. Yakinlah bahwa Anda ada karena Anda memiliki sesuatu yang positif untuk diri dan orang lain. Hal ini menjadi kekuatan yang dapat Anda gunakan untuk mengembangkan diri, maupun mengembangkan orang lain. Percantik diri Anda dengan memperkuat di aspek kepribadian lain misalnya kompetensi atau keahlian berbisnis, sifat yang menyenangkan, atau keterampilan menjahit.
Berikan cinta kepada orang-orang yang Anda sayangi. Mereka adalah penyangga ketika Anda lemah. Seperti halnya tubuh yang lapar memerlukan makanan, ketika sedang menanggung beban berat kita juga membutuhkan makanan kasih sayang dari orang lain. Peliharalah kasih sayang tersebut dengan baik berupa memberikan perhatian kecil kepada orang-orang yang kita sayangi sesuai dengan kebutuhan mereka. Alangkah indahnya jika Anda menyadari bahwa Anda berada di antara orang-orang yang mengasihi Anda.
Manjakan diri Anda. Ketika Anda telah memberikan perhatian dan cinta Anda pada pekerjaan, keluarga, maupun kerabat maka biarkan Anda memanjakan diri selama beberapa jam. Hibur diri Anda melalui spa, salon, luluran, atau kegiatan menyenangkan lain yang dapat menambah penghargaan terhadap diri Anda sendiri.
Tubuh selalu berubah mengikuti usia. Kesadaran terhadap perubahan akan membuat Anda lebih siap dengan perbedaan-perbedaan. Pahami tahap-tahap perkembangan yang biasa dialami manusia, dan dimana letak perkembangan Anda saat ini. Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan pemahaman menyeluruh tentang hal-hal apa lagi yang akan Anda alami dalam perkembangan hidup, dan melakukan persiapan-persiapan yang diperlukan.

PERFECT ORGANIZATION