Selasa, 05 Januari 2010

si merah my dress.....



amazing memandangi karya sendiri, narsis ya? but, amazingnya sebenernya bukan membanggakan karya itu sendiri, tapi aku hanya pengen share rasa senangku bisa merubah sebuah kain menjadi sebuah pakaian.....itu aja udah amazing banget, apalagi andai suatu hari nanti pakaian itu beneran dipakai oleh orang, dan bisa membuat orang itu nyaman, senang, happy, pede dan mempercantik penampilannya.....WOW! It's still a dream....di tambah lagi, mendapat imbalan finansial atas hobby.....hobby itu adalah kecendurungan yang sudah diberikan Allah kepada kita, melakukan hobby itu sendiri udah mendapat kebahagiaan, lha klo ditambah uang, apa gak membuat hidup kita terasa lengkap? Allah itu maha baik yaa.....setiap orang diberi suatu kesenangan atau kecendurungan yang positif, dimana kita menyadari kecendurungan kita dan kita bisa melakukan itu, itulah nilai yang tidak bisa kita ukur dengan uang.....

again is my polkadot sackdress

my second "................................."


hmmm......tak bosan bosan kupandangi dia....

Kamis, 29 Oktober 2009

JANGAN MENYERAH KARENA MR. GAGAL

Ada yang pengen bisnis on line jadi publisher gitu....pengen meraup dollar dalam waktu singkat....sabar mas mbak mesti ada trik nya. Pengalaman saya sebagai new comer di blogger gratisan ini ternyata bisa bermanfaat untuk saya dan semoga bisa bermanfaat untuk temen temen yang juga pengen terjun di bisnis on line.

Biasanya orang kan banyak melirik Google Adsense, krn diyakini banyak orang sukses setelah join ama google. Emang sih gak salah juga, google gitu loch sapa sih yang gak percaya ama Bill Gates.....semua juga pengen setajir bill gates kan? (Maoooooo!!!)

3 hari yang lalu saya kan bkin blog ini, ini pun tertarik karena saya di tunjuk sebagai pengelola website di kantor, setelah beberapa bulan nguprekin website, jadi penasaran juga, dunia maya ini ternyata lebih hot dari dunia ayam....halah! Tapi bener lho, saya bkin blog ini juga ada niat pengen nyari duit, abis ngiri ama misua yang suka bgt ama bangsa referral, adsense, afiliasi dan sebagainya. Pernah lho aku dikirimi Surat PIN ama google buat ngambil duit gara gara misuaku suka banget ama bisnis nongkrong ini....ehhhh.....sebelum di ambil duitnya, account misua aku di reject ama google karena perkembangannya terll cpt n bisa dideteksi klo iklannya di klik oleh kerabat dan DNS Server yang sama, kaleeee......

1 hari yang lalu alias kemarin, saya juga iseng (iseng tapi mupeng, sok ambisi neh), aku daftarin account ke google adsense, biar google mau majangin iklannya di my blog. Eh, hari ini dpt jawaban bhw request ku di tolak, mau tau alasan google menolak? maree kita terjemahkan alasan google nolak "orang cantik" ini:

-Website anda harus milik anda sendiri contoh: (www.example.com) bukan (www.example.com/mysite) maksudnya memakai domain yang berbayar, bukan yang domainnya ditambahkan blogspot/wordpress kali, ya?
- Domain anda harus terdaftar dan telah aktif selama 6 bulan.
- Anda harus memberikan informasi diri anda yang akurat dengan aplikasi yang sesuai informasi pada waktu pendaftaran domain.
- Isi website anda harus substansial, asli. Mungkin maksudnya bukan hasil menjiplak isi website orang lain.
- Website anda harus merujuk sesuai dengan kebijakan yang disyaratkan oleh Google adsense, (https://www.google.com/adsense/policies?hl=en_US) yang meliputi panduan qualitas webmaster Google
Apabila nanti situs anda telah memenuhi kriteria yang tersebut di atas, silakan mendaftarkan lagi dan kami akan memeriksa aplikasi anda secepatnya.

---------------------
Untuk mengetahui persyaratan AdSense yang selengkapnya, silakan mengunjungi:

https://www.google.com/adsense/policies?hl=en_US
https://www.google.com/adsense/localized-terms?rc=ID&ce=1&hl=en_US

Untuk mengupdate dan mendaftarkan kembali situs anda, silakan kunjungi
https://www.google.com/adsense?hl=en_US dan mendaftarlah menggunakan alamat email dan password yang dulu anda gunakan. Spesialis kami akan memeriksa akun anda apakah sesuai dengan kebijakan program kami, jadi pastikan bahwa anda telah memenuhi kriteria yang kami sebutkan di atas sebelum mendaftarkan diri kembali.
Silakan hubungi kami di adsense-support@google.com apabila anda mempunyai pertanyaan.


DARI JAWABAN ITU SAYA AMBIL KESIMPULAN DASAR, YAKNI :
BLOG/ WEB KITA GAK BOLEH YANG GRATISAN OR NUMPANG, BELI DOMAIN SENDIRI NAPA...MURAH KAN BIAYA HOSTING PALING GAK SAMPE DUARATUS RIBU SETAHUN....HAREE GENEE PENGEN GRATIS HAHAAAA.................
BLOG/WEB KITA USIANYA UDAH CUKUP....IBARAT KALO BAYI UDAH BELAJAR MERANGKAK KALI YA....
TERUS, BLOG/WEB KITA INI ISI DAN TUJUANNYA SPESIFIK, UNIK....DAN GOOGLE AKAN MENYEPADANKAN ANTARA KEUNIKAN BLOG/WEB KITA DENGAN IKLAN YANG AKAN DI PASANG.....BETUL TIDAK???

NAH SEMOGA PENGALAMAN SAYA INI BERMANFAATTTT......T.E.R.L.A.L.U.!!!!!!

Gosok Gigi Yok, Kids............

Teman teman mungkin pernah merasakan sakit gigi? Ada yang belum? Bagi yang belum, bersyukurlah dan jagalah agar jangan sampai ikut merasakan sakit gigi. Ada lagu “Lebih baik sakit gigi…dari pada Sakit Hati..” gak bener tuh, yang bener sih 22nya sakittttt buangetttt.. maka terus kita pasti berpikir bagaimana agar anak anak kita gak mengalami sakit gigi seperti kita kan? Tapi bisa kah? Mudahkan?
Yok kita berbagi pengalaman soal gigi meng-gigi ini….
Pengalamanku beberapa waktu ini, anak ku yang nomor 2 kelas 2 SD usianya hamper 7,5 tahun…..secara gak sengaja aku melihat gigi depannya kok berwarna kuning, Ya ampun….berapa lama aku gak melihat ini? Ada rasa bersalah juga secara aku kurang perhatian ke anak. Kemane aje gue…..
Aku juga heran, kenapa juga gigi anakku bisa kuning, kebetulan dia ini giginya bagus putih dari bayi, gak seperti kakaknya yang “gupis” karena nge-dot (minum susu) pake botol sambil tidur. Dan setiap mandi, aku selalu percaya ia menggosok gigi karena sudah dari kecil ditanamkan bahwa gosok gigi itu wajib hukumnya. Whats up with him?
Usut punya usut,ternyata dia sering alpha gosok gigi kalau terlambat bangun pagi, saking takut terlambat ke sekolah, dia sering menggosok giginya “sambil lalu”, odol banyak tapi Cuma nempel di gigi dan kumur kumur, selesai deh tugas menggosok gigi, bagi dia yang penting dilaksanakan, demi formalitas…daripada di marahi mamanya. Begitu juga klo mau tidur, saking udah ngantuk kali, dia juga gosok gigi ala “sambil lalu”.
Dan pada waktu aku sedikit marah mengkomentari gigi anakku yang kuning, apa jawab anakku
“Mama sih Cuma bisa nyuruh doang, Mama sendiri gak pernah gosok gigi kalau mau tidur.”
Mak Nyozzzz! Hatiku rasanya tercabik cabik…..yah benar juga, setiap malam aku hanya berteriak teriak minta agar mereka tidak lupa menggosok gigi sebelum ngantuk berat. Aku sendiri masih sibuk dengan urusan lain setiap mereka melaksanakan tugas rutin itu, sehingga mereka tidak pernah melihatku menggosok gigi. Ya, sudah berapa abad aku gak menemani mereka menggosok gigi? Aku terlalu sibuk dengan Facebook, terlalu sibuk dengan hal hal yang kurang bermanfaat buat aku dan keluarga….
Kemudian sebelum semuanya terlambat, aku bilang ke anakku.
“Yok Gosok gigi bareng Mama Yokkkk…..Mama mau gosok gigi yang lamaaaa, mama juga mau liat siapa yang paling lama gosok gigi dan paling bersih berarti jadi pemenangnya…”
Tanpa dikomando lebih jauh dan tanpa harus berteriak teriak, spontan anak anak ku menuju area gosok gigi….karena gak ada westafel, gogok giginya di ruang “mesin cuci”…yang penting ada pancuran air……
“asyiiiikkkkkkkkkkkkk…..yok lama lamaan gosok gigi…”
Akhirnya tanpa keterpaksaan, anak anakku “srok osrok gosok gigi” sambil riang gembira, sesekali aku mengajari tekniknya supaya kotoran di gigi benar benar hilang….dan ya ampun, kuning kuning akibat sisa makanan yang agak menebal itu….pyokkkk…..rontok dan menjijikkan saudara saudara!!!! (dasar emaknya males yah!!!)
Tapi dari pengalaman ini, aku jadi semakin yakin bahwa anak anak itu gak perlu di paksa atau di suruh….bener juga kata orang, berilah contoh yang baik….terus lakukanlah segala pekerjaan dengan suasana yang menyenangkan………….betul tidak???? Pasti betullllllllllll
Nah sekarang untuk nambah nambah pengetahuan soal gigi, ini juga ngambil dari ahli lho……:
1. Jangan lupa gosok gigi setelah makan dan sebelum tidur.

2. Bagi anak anak, upayakan diberikan susu tidak menggunakan botol dot, kalau terpaksa dengan botol dot, jangan sampai anak kita sampai ketiduran sambil minum susu (ngedot), katanya sih…. Gula yang terdapat pada susu yang menempel terus di gigi bayi/ anak selama berjam-jam dapat merusak enamel gigi. Awalnya dapat terjadi perubahan warna pada gigi depan. Lama kelamaan bila dibiarkan dapat timbul lubang gigi.

3. Jangan gunakan pasta gigi dewasa untuk anak anak dan bayi (dibawah usia 7 thn). Fluoride yang tertelan katanya gak bagus untuk kesehatan anak. Kadar fluoride di pasta gigi anak rendah, makanya biar aman pake pasta gigi anak untuk anak kita, dan jangan sampai tertelan banyak ya, sedikit sih boleh kali…..namanya juga anak anak…….

4. Jangan lupa kunjungi dokter gigi setiap 6 bulan sejak anak usia 1 tahun. Biar anak gak phobia ke dokter gigi.

5. Nah yang terakhir, jangan Cuma teriak teriak kayak saya ya Bu….tapi langsung “turun ke lapangan”….heheeee…………………..Semoga bermanfaat. Amiiiiin.

Rabu, 28 Oktober 2009

DON'T PUSH OUR KIDS PLEASE.........

Kita selaku orang tua yang masih mempunyai anak anak usia sekolah seringkali berkeyakinan bahwa tugas anak adalah belajar dan orang tua adalah mencari nafkah. Belajar disini maksudnya berkaitan dengan tugas tugas anak kita sebagai murid sekolah. Dan kategori belajar bagi kebanyakan orang tua si anak mengerjakan PR. Padahal belajar yang sesungguhnya adalah gak sesederhana itu.
Pengalaman saya sebagai ibu, yang sekaligus ikut mencari nafkah keluarga, kadang masih menyempatkan diri untuk melihat dan menemani anak anak mengerjakan PR. Ketidaksabaran menghadapi anak anak, mengakibatkan saya sering lepas control, saya emosi….setelah itu, Duh Gusti…..saya menyesal telah berlaku kasar ke anak.
Saya dan mungkin kebanyakan orang tua lainnya, selalu menginginkan nilai di ulangan dan raport anak anak tidak mengecewakan, seolah disitulah ukuran kesuksesan anak sebagai pelajar, dan tentunya ada kebanggaan telah “SUKSES” menjadi orang tua pencetak anak anak brilian.
Kalau kita pahami lagi, belajar itu tidaklah melulu hanya mengerjakan PR. Dan raport itu bukan lambang kesuksesan belajar. Saya baru menyadari ini semua tadi malam, setelah saya melihat anak saya menitikkan air mata karena perlakuan saya dan suami yang gemas dan kasar karena tidak sabar mengajari matematika pada anak saya yang pertama.
Ya Allah, betapa saya menyesal atas semua ini. Saya mungkin salah menilai terhadap anak saya, dia bukan tidak bisa matematika, tapi dia tertekan oleh kedua orang tuanya yang “menakutkan.”
Betapa anak saya setiap hari selalu bertanya mengenai hal baru yang tidak dia ketahui. Itu kan termasuk Proses Belajar? Jadi Belajar itu merupakan Proses kan?
Kemarin dia bertanya ,”Ma, apa perbedaan Kuman dan Virus?” saya terperangah tapi tentu tidak bisa saya menjawabnya, kemudian saya mencari di internet, saya mencari di blog blog yang pemiliknya ahli kesehatan. Mudah mudah apa yang saya sampaikan ini bisa membuat anak saya bahagia.

Learning [is] that reflective activity which enables the learner to draw upon previous experience to understand and evaluate the present, so as to shape future action and formulate new knowledge (Abbott dalam Watkins dkk, 2000)

Dari pengertian di atas mungkin dapat kita ambil sari dari belajar itu sendiri, ialah Kegiatan yang memanfaatkan pengalaman sebelumnya untuk bisa memahami dan mengevaluasi pengalaman baru sehingga dapat membentuk dan merumuskan kegiatan baru di masa yang akan datang.
Bayangkan….belajar itu berarati sejak bayi masih di dalam perut ibunya, belajar itu dengan segala kegiatan sehari hari, dengan komunikasi antar anak dengan orang tuanya dan orang orang di sekelilingnya, dengan bermain…..belajar di sekolah adalah sebagian kecil dari proses belajar. Saya mengatakan demikian tidak berarti saya mengecilkan arti pendidikan formal bagi anak, tidak sama sekali. Saya hanya ingin mengingatkan, minimal untuk diri saya sendiri, tidak baik bagi kita menekan anak untuk mengerjakan PR dan menguasai pelajaran sesuai dengan yang kita harapkan, apalagi kalau sampai hilang kendali seperti saya dan suami saya lakukan. Apa yang kita harapkan tentunya sepadan dengan logika kita sebagai orang dewasa, tapi hal yang sering kita lupakan anak kita usianya masih dini, tentu dengan akal dan logika yang jauh berbeda dengan diri kita, meskipun pada beberapa anak istimewa bisa setara dengan logika orang dewasa.
Mari Ibu ibu…..mulai sekarang, kita hilangkan kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan tekanan batin bagi anak, yang justru akan menghilangkan semangat belajarnya. Kita sebagai orang tua mungkin lebih baik merangsang anak untuk dengan inisiatif membaca bukunya, dan kalau itu pelajaran matematika, bagaimana kita bisa membuat cara belajar yang enak buat anak, sambil bermain tebak tebakan misalnya. Mareeeee….